PERSIAPAN MENTAL ANAK MASUK SEKOLAH DASAR (SD)

Mempersiapakan Mental Anak Untuk Masuk SD - Masa transisi pendidikan dan pembelajaran anak terkait dengan tahun ajaran baru sekolah akan membuat setiap orang tua was-was, hal ini dikarenakan pertanyaan yang banyak muncul pada diri orangtua "sudah siapkah anak saya masuk Sekolah Dasar (SD)".


Pertanyaan tersebut sangat wajar, terutama bagi orang tua yang baru pertamakali mempersiapkan anaknya untuk memasuki sekolah dasar. Memang metode pembelajaran di sekolah dasar akan sangat jauh berbeda dengan metode di kelompok bermain.


Pada saat berada pada pendidikan TK, anak masih mengenal dunianya dengan dunia bermain sambil belajar. Akan tetapi akan sangat jauh berbeda dengan pendidikan di sekolah dasar, hal ini dikarenakan memasuki dunia SD membutuhkan konsentrasi serta fokus terhadap mata pelajaran. Tidak sedikit dari anak yang kemudian tidak siap mentalnya ketika memasuki dunia pendidikian tersebut. Oleh karena itu sangat diperlukan peran oarang tua dalam mendukung anak terutama mengenai kesiapan mental anak untuk memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar.

Ada beberapa persiapan mental yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam membatu anak agar mampu menghadapi dunia pendidikan SD (Sekolah Dasar) tersebut, persiapan tesebut mencakup.


KESIAPAN MENTAL ANAK UNTUK MENGHADAPI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR (SD)

Persiapan mental akan sangat menentukan anak dalam memotivasi dirinya, ketika anak mulai beranjak kepada masa transisi pendidikan dari dunia bermain ke dunia yang membutuhkan fokus dalam prestasi. Kesiapan mental tersebut mencakup beberapa hal, yaitu;

Kesiapan Fisik.

Kesiapan secara fisik anak sangat dibutuhkan terutama terkait dengan psikomotorik halus dan kasar serta keseimbangan tubuh anak. Tugas orang tua adalah memastikan agar persiapan fisik anak ini telah disiapkan sedini mungkin, karena tanpa persiapan fisik anak akan merasa tertekan dan akan menghidar dari dunia sekolah dasar.

Persiapan fisik ini mencakup kemampuan anak dalam menggunakan alat tulis, pembelajaran fokus terhadap satu hal dan lainnya. Motorik anak baik secara halus maupun kasar harus dididik mulai dari anak masih berada pada TK, terutama saat memasuki usia TK B.

Kesiapan Kognitif.

Kognitif merupakan kemampuan anak terhadap kepercayaan dirinya, hal ini terkait dengan proses berpikir tentang seseorang maupun sesuatu. Proses berfikir yang dimaksud berupa aktivitas mengingat, menganalisa, menalar, menilai, membayangkan serta memahami dan berbahasa.
Melalui persiapan kognitif ini, anak akan memiliki daya konsentrasi dan kemandirian serta kemampuan anak dalam menalar terhadap pelajaran yang akan diterima di sekolah dasar.


Biasanya dasar dan pondasi persiapan kognitif ini sudah mulai diajarkan ketika anak memasuki TK B, dan tugas orang tua adalah mengasah serta mengarahkan dan memperkuat kesiapan ini melalui pemberian tanggung jawab kepada anak di rumah, misalkan anak memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan kamarnya, dan ajarkan anak untuk berani mengukapkan apa yang dirasakan. Karena hal ini akan membantu anak dalam meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menyampaikan sesuatu yang belum difahami di sekolahnya kelak.

Kesiapan Sosial.

Persiapan dalam bersosialisasi dengan lingkungan baru sangat penting dikenalkan oleh orang tua sebelum anak memasuki SD, hal ini adalah tindakan pencegahan terhadap ketidakpercayaan diri anak ketia menghadapi hal baru di lingkungan baru.

Baca: Kalender Pendidikan TK, SD,SMP, SMA SLB Provinsi Jawa Barat Tahun Ajaran 2019/2020

Pembelajaran interaksi sangat dibutuhkan anak sebelum anak mulai beranjak kepada pendidikan sekolah dasar. Interaksi ini akan berguna bagi anak ketika anak mulai mencari dan berkumpul dengan teman sebayanya di sekolah, selain itu pembelajaran interaksi juga akan membantu anak dalam pendalaman materi yang kurang difahami di sekolah.
Persiapan MENTAL ANAK Masuk Sekolah Dasar


Interaksi ini juga terkait dengan kesiapan mental anak secara kognitif, yaitu memperkaya kosa kata. Sehingga anak akan mengerti dan memahami apa yang disampaikan oleh gurunya. Interaksi sosial dibutuhkan anak ketika anak sudah berada dibangku sekolah dasar, karena berbeda dengan dunia bermain seperti TK yang bisa memberikan keleluasaan orang tua dalam menemani dan mendampingi anak saat jam pelajaran, wlaupun itu dilakukan diluar ruang kelas.


Ketika berada di bangku SD, sebaiknya anak sudah mulai dikenalkan dengan jiwa kemandirian, dimana orang tua memberikan kepercayaan kepada anak bahwa anak dapat berinteraksi serta bersosialisasi dengan lingkungannya.


KESIMPULAN PERSIAPAN MENTAL ANAK MASUK SEKOLAH DASAR (SD)

Dalam mempersiapkan mental anak sebelum memasuki sekolah dasar, penting bagi orang tua menerapkan pola asuh ataupun parenting terkait dengan pembelajaran bertahap berkenaan dengan kesiapan fisik, kognitif serta sosial anak. Hal ini dapat mulai dilakukukan ketika anak mulai memasuki usia taman bermain tingkat B.


Demikian tulisan blogduniaanakindonesia.blogspot.com tentang cara mempersiapkan mentan anak-anak saat akan mesuk dunia sekolah dasar (SD), semoga dengan tulisan ini dapat membantu orang tua dalam mengingat kembali bagaimana orang tua memiliki tanggung jawab besar yang diberikan Tuhan dalam membimbing serta mengarahkan anak untuk memiliki prilaku yang sesuai dengan harapan setiap orang tua.

Post a Comment for "PERSIAPAN MENTAL ANAK MASUK SEKOLAH DASAR (SD)"