Paragraf Narasi – Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

https://blogduniaanakindonesia.blogspot.com/


Blogduniaanakindonesia.blogspot.com – Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sudah dibahas tentang apa itu paragraf dan berbagai jenis paragraf. Salah satu jenis paragraf adalah paragraf narasi. Apa itu paragraf narasi? Dan seperti apa ciri, jenis, dan contohnya? Disini akan dibahas semua pertanyaan tersebut dengan detail dan dijamin mudah dipahami.



Pengertian Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu momen atau kejadian secara runtut. Paragraf narasi sanggup bersifat nyata ataupun fiksi. Contoh yang bersifat fiksi adalah cerpen dan novel, lalu yang bersifat nyata adalah biografi, autobiografi, ataupun catatan-catatan peristiwa lain. Yang wajib diperhatikan dari paragraf narasi adalah, paragraf ini disusun berdasarkan pola kronologis saat atau kronologis tempat.


Sebagai referensi tambahan, mungkin Anda ingin menulis paragraf narasi, berikut ini adalah caranya:
  1. Menentukan tema.
  2. Mencari sumber (bisa berupa buku, acara televisi, artikel-artikel di internet, dll).
  3. Membuat dan mengembangkan kerangka tulisan.
  4. Menggunakan alur yang tepat dalam mengembangkan tulisan.



Ciri-Ciri Paragraf Narasi

Untuk ciri-ciri dari paragraf narasi, mungkin akan lebih dicerna untuk Anda, karena terbilang sangat umum Anda temukan di berbagai media cetak atau lainnya.
  1. Berupa cerita tentang peristtiwa atau pengalaman penulis.
  2. Paragraf narasi menonjolkan unsur kelakuan atau tindakan.
  3. Dirangkai di dalam urutan waktu secara runtun dan jelas di mana bagian orientasi, klimaks dan resolusi.
  4. Memiliki unsur-unsur utama sepert tokoh, latar, konflik dan sudut pandang pengarang.
  5. Biasanya terkandung cukup banyak kata-kata langsung di dalam paragraf.
  6. Memiliki nilai estetika. Di dalam paragraf narasi penulis dapat lebih membiarkan pikiran dan lebih kreatif di dalam pemilihan diksi.
  7. Selain itu jenis penyusunan kata-kata terhitung mempengaruhi paragraf narasi tersebut.



Jenis-Jenis Paragraf Narasi

Untuk jenis paragraf narasi, ada 2 jenis yang dibedakan menurut jenis ceritanya yang bisa Anda temukan. Antara lain:


Narasi Ekspositoris

Paragraf ini adalah jenis narasi yang menceritakan urutan perbuatan yang disampaikan dengan terlampau informatif supaya pembaca paham betul bagaimana cerita selanjutnya berlangsung.


Paragraf ini memiliki tujuan untuk memperluas ilmu pembacanya mengenai suatu kisah dan ditulis berdasarkan momen atau informasi yang sebenarnya. Biasanya, Paragraf ini menceritakan mengenai kisah seseorang yang diceritakan berasal dari awal kehidupannya hingga kematiannya. Paragraf ini terhitung tidak miliki unsur sugestif atau bersifat objektif. Salah satu contoh untuk paragraf narasi ekspositoris adalah biografi.


Narasi Sugestif

Paragraf ini merupakan narasi yang hanya mengisahkan suatu cerita hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi dari si pengarang. Jenis paragraf ini biasa ditemukan pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel.


Narasi ini tetap melibatkan daya imajinasi pembacanya karena target yang ingin dicapai yakni kesan pada peristiwa seolah-olah pembaca berada atau terlibat di dalam cerita tersebut.


Beberapa Contoh Paragraf Narasi

Singkat cerita, sekarang Anda sudah mengerti apa itu paragraf narasi, ciri-cirinya, dan juga jenis dari paragraf narasi. Sekarang saatnya untuk Anda belajar lebih dalam lagi dengan membaca berbagai contoh paragraf narasi sebagai sumber acuan Anda jika terdapat paragraf pada suatu bacaan, Anda bisa mengetahui paragraf tersebut termasuk jenis narasi atau bukan.


contoh paragraf narasi bahasa jawa

Minggu bengi, aku dolan nonton konser musik ing alun-alun karo kanca-kancaku cah papat, blogduniaanakindonesia, budi, ali lan pulo. Konsere lekas jam wolu rampung jam 10. Aku lan kanca-kanca lunjak-lunjak saking senenge ngrongokane swarane musik band sing lagi nyanyi ing ndhuwur panggung. Kesel ora tak rasakne. Pokoke seneng.


Jam sepuluh, konsere wis bubar. Aku lan kanca-kanca banjur leren mangan ing warung karo ngobrol-ngobrol. Ora krasa wis jam rolas bengi. Walah wis kewengen. Aku lali yen mau pamit karo ibu, mulih omah jam sewelas. Nanging iki wis telat sak jam. Durung mlakune. Bisa luwih iki.


Mbuh piye mengko dadine yen aku wis tekan ngomah. Mungkin ibu bakal muring-muring jalaran aku mulih kewengen.


Tekan ngomah, bener apa sing tak khawatirke mau. Ibuku nesu lan nyeneni aku. Suwe banget aku diseneni lan diceramahi. Aku mung bisa meneng ora bisa mbantah. Iki pancen salahku. Apa maneh isuke aku kudu mlebu sekolah. Aku banjur kelingan, aku ana PR matematika sing durung tak garap.


Mlebu kamar, aku langsung lungguh ing kursi, mbukak buku nggarap PR. Sakwise rampung nggarap PR, rasane ngantuk banget. Apa maneh, pelajaran matematika angel banget. Aku lagi rampung jam loro bengi.


PR wis rampung, kesel awakku lan ngantuk mripatku. Aku nglemah ana ing kasur. Mripatku wis kriyip-kriyip ora kuwat melek maneh.


Dhog…dhog…dhog….


Swara iku banter banget. Mripatku isih abot rasane arep melek. Nanging swara iku aku kenal banget. Iku swarane ibuku. Ibu njeluki aku, ngongkon tangi. Tak bukak HP ku, tak delok jam, wadhuh….


Wis jam 7 esuk. Telat aku. Maneh, aku diseneni ibuku merga tangi kawanen lan telat sekolah. Ing sekolah, aku kena hukuman ora oleh melu pelajaran pertama.



contoh paragraf narasi dan deskripsi

Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai.


Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.



contoh paragraf narasi ekspositoris

Cut Nyak Dhien merupakan pahlawan wanita yang berasal dari kepulauan Aceh. Pada tahun 1880 Cut Nyak Dhien bersama suaminya melakukan perlawanan terhadap Belanda. Namun pada tanggal 30 September 1893 tepatnya di kota Kutaraja rombongan Cut Nyak Dhien menyerahkan diri kepada Belanda.Teuku Umar atau suami dari Cut Nyak Dhien secara diam diam membuat rencana untuk menghancurkan pasukan pertahanan Belanda. Akhirnya rencana tersebut berhasil melumpuhkan pihak Belanda. Pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar tewas dalam peperangan dan Cut Nyak Dhien ditunjuk menjadi pemimpin pembela Indonesia dalam melawan Belanda. Cut Nyak Dhien kemudian ditangkap dan dirawat dirumah sakit Belanda pada masa kemunduran Aceh. Pada akhirnya beliau meninggal pada tanggal 6 November 1908.



contoh paragraf narasi fiksi

Laksmini menangis terisak di dada Handoko. Ia merasakan batinnya lelah. Sejak kepulangannya ke tanah air. Sejak berita selebriti tinggal serumah, Ferry dan artis Nadia. Sejak gempa bergoncang di desa mereka. Sejak ayahnya meninggal. Sejak ibunya cidera dan masuk rumah sakit. Sejak ia merasa tertipu oleh Pak Banu. Dan sekarang, Handoko menyatakan ingin menjadikannya seorang istri. Berbagai perasaan mengharu biru sanubari Laksmini. Rasa kecewa karena diingkari, rasa marah karena ditipu, rasa sedih ayahnya meninggal, rasa cemas ibunya di rumah sakit. Kini mereka akan menuju ke bahtera kebahagiaan.



contoh paragraf narasi imajinatif



Ranting Tua Terlalu Bengkok


Namaku adalah Truno Pambudi. Aku berusia 20 tahun. Aku tinggal di sebuah desa bernama WKWKWKLAND di negara Tambak Mberok. Ibuku seorang tabib yang cantik dan bijaksana, aku sangat dekat dengan ibuku. Sedangkan ayahku adalah seorang elf (peri) musim dingin. Tidak heran aku memiliki tubuh seperti manusia biasa tetapi dipunggungku terdapat sepasang sayap berkilauan.


Ayah dan ibuku berpisah semenjak Imaji diangkat sebagai sesepuh desa. Dia mengatakan bahwa elf, manusia, penyihir, dan para kurcaci tidak akan pernah bisa bersama. Aku heran kenapa semua makhluk tunduk dan patuh kepada si tua itu.


Suatu hari aku sedang pergi jauh ke hutan bersama kucing berjubah putih mencari jamur pelelap tidur. Tiba-tiba aku dan Budi, si kucing berjubah kuning mendengar suara di balik semak terdengar orang itu sedang mengomel.” Bagaimana caranya kalau begini ? Siapa yang akan membantuku ? Ah….. harusnya aku, bukan penyihir bodoh dan jelek itu, tapi… aku juga tidak berani mengganggunya, jadi aku harus bagaimana ? “


Dengan perlahan aku mencoba mendekat dan mencari sumber suara itu. Tidak kusangka orang yang sedang mengomel itu adalah Imaji situa berisik dan menyebalkan. “Kakek !”. Aku mencoba mengagetkannya. ” Oh ! Kau !. Gadis berdarah abu-abu ! sedang apa kau disini bersama kucing gemuk dengan jubah putih dekilnya ? “. Kata-kata kakek yua itu memang pedas seperti biasa.


“Aku sedang mencari jamur pelelap tidur , kau sendiri kakek tua ?” .”Anak kecil berdarah abu-abu sepertimu tidak akan paham ! Darahmu terlalu kental untuk memahami masalahku . Sudah kubilang manusia dan peri tidak akan menghasilkan keturunan yang baik !”. Kakek itu malah memarahiku, lalu pergi begitu saja dengan tongkat tua bengkoknya.


Sepulang dari hutan aku dan Budi sepakat untuk tidak membicarkan kejadian buruk tadi kepada ibuku. Tapi aku tidak bisa menyembunyikan rasa kesal dan sakit hatiku.


” Ada apa sayang ? Apakah kau terluka …atau… ada ranting tua yang terlalu bengkok di hutan dan memarahimu ? ” tanya ibuku. Dia tahu aku bermasalah denga Imaji sang sesepuh bawel.


Lalu aku menceritakan semuanya kepada ibuku.


Kemudian dia memberi tahu aku sebuah kisah mengenai alasan Imaji melarang semua kloni akur. Ternyata, dulu ia adalah salah satu elf musim semi dengan kekuatan yang luar biasa. Namun ia menikah dengan seorang wanita cantik yang licik . Ia membujuk Imaji agar berubah menjadi manusia biasa agar semua kemampuan dan sayapnya hilang. Imaji mengira wanita itu tulus mencintainya, akan tetapi setelah lama menikah dan tak kunjung dikaruniai keturunan wanita itupun pergi meninggalkan Imaji dan memilih untuk menikah dengan seorang penyihir jahat yang telah lama membenci Imaji.


Imaji merasa sangat sedih dan kesal , naumn ia tidak dapat berbuat banyak. Sejak kejadian itu, dia melarang antar kloni berhubungan apalagi menikah. Ia takut apa yang menimpanya akan terjadi pada orang lain.


Hal itu memang tidak adil, tapi aku mengerti dan tidak banyak bertanya pada ibu. Aku hanya terdiam sambil menatap pohon cemara tua yang rantingnya terlalu bengkok. Seperti itulah perasaan Imaji sekarang.



contoh paragraf narasi panjang

Aku terhanyut dalam lamunan. Sepertinya, aku harus duduk sebentar untuk beristirahat. Kasihan kakiku mulai gemeteran. Mungkin, ia lelah menemaniku berjalan. Seharian ini aku berdagang. Aku berjualan dan menjajakan air minum di atas kereta api jurusan Rangkas Bitung—Jakarta Kota. Biasanya, jika penumpang penuh berjubel, berdesak-desakan, dan sesak, sehingga kereta ini lebih mirip dengan kandang kambing daripada sarana transportasi. Bau yang tak sedap bertebaran di mana-mana dan bercampur dengan bau keringan para penumpang. Tenggorokanpun terasa kering. Oleh karena itu, aku berjualan minuman dan saat itu adalah saat keberuntunganku. Saat-saat seperti itu daganganku akan laku keras dan aku juga bisa mengeruk keuntungan yang lumayan banyak. Semua hasil dari berjualan aku gunakan untuk membiayai sekolahku dan juga aku berikan kepada ibuku untuk keperluan sehari-hari. Hal itu, cukup membuatku senang karena selain bisa mandiri aku dapat membantu ibuku.


Akan tetapi, semenjak diadakannya penertiban pedagang di atas kereta lima hari yang lalu, rasanya seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bagaimana tidak pusing aku dibuatnya? Sudah hidup sehari-hari sudah, ditambah lagi dengan adanya larangan itu. Aku terpaksa main kucing-kucingan dengan petugas penertiban di kereta. Jika nasibku bagus, aku akan lolos dari petugas dan dapat berjualan lagi. Jika aku ditangkap oleh petugas, daganganku akan dibuang secara paksa dan uang hasil jualanku harus diserahkan sebagai denda karena melanggar aturan. Setiap klai berjualan di kereta, aku selalu saja was-was. Tapi, jika aku tidak berjualan, aku akan bingung memikirkan biaya sekolahku.


Sebagai rakyat kecil, aku sangat bingung. Pemerintah seakan tidak memihak kepada rakyat kecil. Memang, terkadang aku juga menyadari bahwa penertiban itu dilakukan juga untuk kebaikan para penumpang dan demi kenyamanan para penumpang. Tetapi, tidak seharusnya para petugas membuang dan meminta denda dari para pedagang yang untungnya tidak seberapa seperti aku ini. Aku lebih berharap pemerintah memberikan lahan untuk berjualan yang banyak pembelinya, sehingga aku dan teman-teman bisa berjualan dengan tenang.





contoh paragraf narasi pendek

Pergilah Ahmad ke pasar menggunakan sepeda balapnya, sesampainya di pasar dibelilah kebutuhan-kebutuhan hidupnya bersama sang ayah yang sedang masuk angin. Setelah semua barang terbeli ia kembali mengayuh sepeda balapnya menuju rumahnya yang hanya berupa gubuk di pinggir laut.



contoh paragraf narasi singkat

Hari serasa Senin menjadi hari yang sangat berat bagiku, aku harus bangun lebih pagi daripada biasanya. Membantu keluarga memang tugasku, terlebih setelah ayahku bercerai dengan ibuku aku harus lebih bekerja keras entah di Sekolah maupun dirumah. Namun demi Ibu ku setiap hari akan kulakukan.



contoh paragraf narasi sugestif

Demikianlah ia berpikir-pikir pada suatu petang, ketika matahari hampir terbenam. Tatkala ia duduk di kebun yang di belakang rumah mereka, sedang anaknya yang laki-laki bermain di tempat itu. Mikasa yang berumur dua belas tahun itu lagi mengerjakan pelajaran yang dibawanya dari sekolah. Tampaklah anaknya mengambil sepotong kayu hendak memukul kupu-kupu yang hinggap pada sekuntum bunga melati. Akan tetapi, dengan sebentar itu juga ia berlari, lalu menangkap tangan anaknya.



contoh paragraf narasi sugestif Pendidikan


Ilmu adalah hal yang penting bagi dunia ini. Ilmu dapat membuat manusia menjadi mulai, namun di sisi lain, ilmu dapat membuat manusia menjadi seseorang yang kejam. Sangking pentingnya ilmu, Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk menuntut ilmu hingga ke negeri Cina. Artinya, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu hingga ke negeri seberang dan tidak berhenti untuk mencarinya. Tujuannya, hasil dari ilmu tersebut akan menjadikan kita orang yang berilmu.


Menjadi seseorang yang berilmu, sangatlah bermanfaat. Orang-orang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi di mata Tuhan dibandingkan orang-orang yang tidak berilmu. Hal ini dikarenakan, semua orang yang berilmu dapat memberikan kemaslahatan bagi banyak orang. orang-orang berilmu, konon merupakan pemimpin yang baik dan bijaksana. Terlebih jika ilmu orang-orang ini dapat membangun ke peradaban yang lebih baik.


Tidak hanya bermanfaat bagi banyak orang, ilmu dapat bermanfaat untuk diri sendiri. Di mana, kita akan mendapatkan kehormatan dari orang-orang sekitar. Namun tidak menjadikan diri sebagai orang yang gila hormat. Karena mengingat ilmu padi, yang semakin berisi semakin merunduk. Semakin berilmu, maka kita dapat mewujudkan seluruh impian-impian yang didamba.


Oleh karena itu, marilah tuntut ilmu setinggi mungkin. Karena banyak manfaat yang didapat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. jangan malas belajar, karena kebodohan akan menghampiri. Sedangkan untuk anda yang tengah menuntut ilmu, manfaatkanlah kesempatan ini dengan baik. Karena, tidak semua orang di dunia mendapatkan kesempatan yang sama seperti yang tengah dijalani kini.



contoh paragraf narasi tentang kesehatan

Pada hari itu, aku merasa tiba-tiba kepala terasa sangat pusing, khususnya pada kepala bagian kiri. Rasa sakit di kepala tersebut kemudian menjalar ke bagian leher hingga otot bahu.


Kemudian, orang tuaku memberikan saran agar memeriksakan diri ke dokter agar segera diketahui penyebabnya dan bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata sakit kepala yang aku alami adalah sakit kepala tegang.


Sakit kepala tegang merupakan salah satu jenis sakit kepala yang disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, pola tidur yang tidak tepat, serta stres. Sibuk bekerja membuat pola makan dan tidurku menjadi tidak teratur, sehingga muncul gejala sakit kepala tegang.


Akhirnya dokter memberikan obat penghilang rasa sakit kepala tegang, lalu menyuruhku untuk menjaga pola makan dan tidur agar lebih teratur.



contoh paragraf narasi tentang lingkungan

Hari ini, kami membawa berbagai bibit tanaman yang dipesan oleh guru PLH kami minggu lalu. Setiap siswa membawa satu bibit tanaman yang berbeda. Beberapa membawa cabai, mangga, kumis kucing dan sebagainya. Kami kemudian membawa tanaman ke halaman belakang sekolah, yang sekarang telah disediakan secara khusus sebagai lahan untuk benih. Kami diberitahu oleh guru PLH bahwa kami menanam benih yang kami bawa. Sebelum memulai, guru PLH kami terlebih dahulu mengajari kami cara menanam dan merawat benih tanaman yang kami bawa. Setelah selesai, kami menanam benih yang kami bawa, dipupuk dan disiram.


Setelah selesai, kami mencuci tangan dan kembali ke kelas. Di kelas, guru PLH kami mengingatkan kami bahwa kami selalu menjaga benih kami. Setiap mata pelajaran PLH, kita harus melaporkan perkembangan benih kepada guru PLH kita. Dengan begitu, kami dan guru PLH kami dapat mengetahui sejauh mana benih kami tumbuh dan berkembang. Apa yang kami pesan oleh guru PLH dilakukan sebaik mungkin. Hasilnya, bibit tanaman yang kami tanam terus tumbuh setiap minggu. Tentu saja kami dan guru PLH kami sangat bahagia.



contoh paragraf narasi urutan waktu

Pada pagi buta, saat matahari masih jauh tersembunyi, ia sudah berangkat menuruni bukit dengan sebangkul sayuran di punggungnya. Dengan harapan ketika matahari terbit sudah bertemu dengan pedagang di pasar. Tidak banyak yang diharapkan, beberapa lembar ribuan cukup untuk keperluan hari itu tanpa menghiraukan kelelahannya, ketika matahari mulai naik, ia menuju ladang dan baru pulang bersama hasil panennya menjelang sore.



Itu tadi adalah penjelasan yang lengkap untuk paragraf narasi mulai dari pengertian, ciri-ciri, berbagai jenis, dan juga berbagai contohnya. Semoga dapat membantu Anda dalam menulis paragraf narasi atau menganalisis jenis paragraf yang Anda pelajari


Baca Juga: TEKS DESKRIPSI, PENGERTIAN JENIS CIRI DAN UNSUR TEKS DESKRIPSI


Yuk, membaca lebih lanjut tulisan-tulisan materi pembelajaran lainnya di "Blogduniaanakindonesia.blogspot.com pendidikan" cukup kunjungi Blogduniaanakindonesia setiap harinya.

Post a Comment for "Paragraf Narasi – Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh"