ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW: ARTI, PANDANGAN, HIKMAH, DAN PEMBANGUNAN MORALITAS ANAK INDONESIA

Isra’ Mi’raj terjadi setahun sebelum Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah. blogduniaanakindonesia.blogspot.com, Nabi Muhammad SAW mengalami situasi yang sangat sulit, dimana pada saat itu Nabi dalam kepungan kafir Quraisy, Isterinya, Khadijah, wafat, dan Pamannya, Abu Thalib, wafat. Inilah yang menjadi latar belakang terjadinya peristiwa tersebut Isra’ dan Mi’raj. Secara singkat, Peristiwa suci ini terjadi ketika dalam kesulitan itulah Allah memberikan keputusan yang luar biasa kepada Nabi (Isra’ Mi’raj).


Artinya, Peristiwa pejalanan sehari semalam atau Isra’ Mi’raj merupakan bentuk pemulyaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Sebelum melaksanakan perjalanan Isra wal Miraj, Nabi mengalami pencucian hati oleh Jibril dengan air zamzam, meskipun Nabi tidak pernah melakukan dosa dan pelanggaran.


Selain itu, Nabi mengendarai buraq yang dapat berlari dengan kencang. Saat diisra'kan Nabi memimpin shalat berjama'ah di Masjidil Aqsha, dan ma'mumnya adalah para nabi, maka sungguh itu adalah suatu pengakuan kepemimpinan Nabi dari seluruh kaum yang ada. Nabi kemudian dimi’rajkan ke langit ditemani Malaikat Jibril.


Nabi diajak naik ke langit ke-1 hingga ke-7 dan bertemu para nabi seperti Adam, Yahya dan Isa, Yusuf, Idris, Harun, Musa, dan Ibrahim. Kemudia Rasulullah SAW, Muhammad diajak naik ke Sidratul Muntaha, ada empat sungai dua tampak (Nil dan Efrat) dan dua gaib (sungai surga), dan ada Baitul Ma’mur yang setiap hari dimasuki 70 ribu malaikat. Lalu nabi disuguhi wadah yang berisi susu, khamer, dan madu, nabi memilih yang berisi susu yang cocok dengan fitrah manusia. Hasil dari Miraj Rasulullah SAW adalah Nabi mendapatkan perintah shalat 5 waktu yang semula 50 waktu.


Adapun dasar Al-quran tentang isra miraj terdapat pada Surat AL-ISRA’ ayat 1, yang artinya:

Maha suci (Allah) yang telah menjalankan hamba-Nya (Muhammad saw) pada suatu malam hari, dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha, yang telah Kami berkati sekelilingnya, karena hendak Kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat



Apabila melihat, cerita singkat blogduniaanakindonesia.blogspot.com diatas, Apakah Arti, Pandangan dan Pembangunan Moralitas Anak Bangsa Indonesia terhadap Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW?

https://blogduniaanakindonesia.blogspot.com/
Gambar kartu ucapan selamat memperingati Isra Miraj tahun 2021 27 Rajab 1442 H

APAKAH ARTI ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Meskipun sama-sama dilakukan pada hari tersebut, namun kedua kata dari peristiwa ini memiliki arti berbeda. Isra’ adalah perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina. Sedangkan Mi’raj adalah peristiwa naiknya Rasulullah SAW dari bumi menuju Sidratul Muntaha, untuk kemudian berjumpa dengan Allah dan menerima kewajiban shalat lima waktu sehari semalam.


Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mu’jizat Nabi dan bagian dari yang harus diimani setiap Muslim.


Dalam perjalanan Mi’raj, Nabi ditemani Jibril naik ke tujuh langit hingga Sidratul Muntaha. Dimana Nabi bertemu dengan para nabi terdahulu: Adam (langit 1), Isa dan Yahya (2), Yusuf (3), Idris (4), Harun (5), Musa (6), dan Ibrahim (7).


Meskipun Isra’ Mi’raj adalah mu’jizat Nabi yang tidak mudah diterima oleh akal manusia, oleh karena itu peristiwa Isra’ Mi’raj hanya bisa dipahami dan diterima dengan modal iman. Dalam pengertian bahwa Isra’ Mi’raj merupakan ujian iman bagi setiap Muslim. Lalu bagaimana pandangan Ulama dan Kristen terkait Isra’ Mi’raj?


APAKAH PANDANGAN PARA ULAMA TENTANG ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Ada sebagian yang mengingkari Isra’ Mi’raj karena tidak masuk akal. Ada yang mengatakan ini hanya mimpi Nabi atau hanya ruh Nabi yang melakukannya, tidak dengan jasadnya. Namun demikian yang terbanyak mengakui bahwa Isra’ Mi’raj dilakukan Nabi dengan ruh dan jasadnya. Latar belakang pendangan ini adalah Kalau hanya mimpi atau dengan ruhnya saja, lalu apa istimewanya Isra’ Mi’raj, mengapa Allah menyediakan Buraq, dan ini sekaligus ujian iman bagi setiap Muslim.


APAKAH PANDANGAN KRISTEN TENTANG ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Orang Kristen sama sekali tidak percaya tentang Isra’ Mi’raj karena umat Kristen meyakini kenaikan Isa al-Masih ke surga lalu duduk di sebelah kanan Allah.


Orang Kristen menilai bahwa Isra’ Mi’raj adalah karangan Nabi untuk mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Bahkan Menurutnya, tidak mungkin perjalanan dua bulan dengan onta (Makkah-Palestina) hanya ditempuh semalam. Bahkan ada juga Orang Kristen habis-habisan mencela Nabi dan mengarang cerita untuk Isra’ Mi’raj ini yang menghina Nabi dan Islam.


Orang Kristen bahkan menganggap Nabi berbohong tentang Masjidil Aqsha. Menurutnya Masjidil Aqsa baru didirikan oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, Dinasti Umayyah, di tahun 710 M, sedang Isra’ Mi’raj terjadi tahun 621 M. bahkan mereka menganggap perintah sholat lima waktu mengada-ada karena tidak ada di Al-Quran. Apakah Allah lupa mencatatkan hal itu di Al-Quran? Atau Jibril yang lupa menyampaikannya kepada Nabi? Katanya. Naudzu billah min dzalik.


HIKMAH ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Adapun beberapa hikmah-hikmah yang bisa disampaikan penulis blogduniaanakindonesia.blogspot.com:
  1. Isra’ Mi’raj adalah mu’jizat Nabi dan peristiwa luar biasa.
  2. Penyucian jiwa bagi Nabi dan juga harus diikuti umatnya.
  3. Hiburan untuk Nabi SAW Setelah mengalami berbagai kesedihan (‘am al-huzni).
  4. Pilihan antara kebaikan dan keburukan.
  5. Kesabaran menjadi modal utama menghadapi berbagai permasalahan.
  6. Sholat berjamaah merupakan model kepemimpinan dalam Islam. (Baca: PENGERTIAN SHOLAT IDUL FITRI LENGKAP DENGAN CARA DAN NIAT SHOLAT IED BERJAMAAH DI RUMAH)
  7. Perintah Sholat turun dari langit menuju bumi sebagai bekal manusia untuk mengatur bumi.
  8. Nabi saw. menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling besar, menyaksikan langit dan bumi dengan jelas, dan juga berbagai peristiwa gaib.
  9. Nabi saw. sebagai imam dari dua imperiaum di Timur (masyriqain) dan dua imperium di Barat (maghribain), nabi dua qiblat (Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha), pewaris para nabi sebelumnya, dan imam generasi sesudahnya.



PEMBANGUNAN MORALITAS ANAK INDONESIA DARI PERISTWA ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Isra’ Mi’raj mengajarkan masalah iman kepada Allah dan kekuasaan-Nya. Selain itu Isra’ Mi’raj mengajarkan kepasrahan seorang hamba kepada Allah.


Isra’ Mi’raj terjadi setahun sebelum Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah mengajarkan kesucian jiwa seperti yang dialami Nabi saw.


Isra’ Mi’raj mengajarkan ketaatan melaksanakan perintah Allah Swt. Dan Isra’ Mi’raj mengajarkan kejujuran, kesabaran, dan kepercayaan.


Karakter atau moralitas anak-anak Indonesia akan terbentuk dengan karekter baik melalui Sholat. Sholat adalah kunci ketundukan manusia di hadapan Allah. Dengan shalat manusia bisa berkomunikasi langsung dengan rabbnya, karena dengan shalat manusia dididik untuk pasrah, dzikir, dan berdoa kepada Alllah.


Dengan Sholat manusia dididik untuk memiliki jiwa yang suci dan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Bahkan Sholat juga mendidik kebersamaan dan persatuan serta kepemimpinan.


Adapun Nilai-nilai Moralitas/Karakter anak bangsa yang dimaksud adalah: Takwa, Jujur, Cerdas, Tangguh, Peduli, dan Demokratis


KESIMPULAN

Tulisan Arti, Pandangan, Hikmah, dan Pembangunan Marolitas Bangsa Indonesia adalah karya Dr. Marzuki dari Universitas Negeri Yogyakarta berjudul "ISRA’ MI’RAJ NABI SAW DAN PEMBANGUNAN MORALITAS BANGSA" yang dirangkum penulis blogduniaanakindonesia.blogspot.com!!!

Post a Comment for "ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW: ARTI, PANDANGAN, HIKMAH, DAN PEMBANGUNAN MORALITAS ANAK INDONESIA"