Konsep Dasar dan Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi


Konsep Dasar dan Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
Konsep Dasar Ilmu Gizi


Ilmu Gizi atau Nutrition Science adalah ilmu yang mempelajari tentang makanan dan kaitannya dengan kesehatan tubuh. Menurut WHO, ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari proses yang terjadi pada organisme hidup. Proses tersebut meliputi pengolahan zat-zat gizi yang diperoleh melalui makanan untuk pertumbuhan, menghasilkan energi, dan memelihara jaringan.


Dilansir dari Blogduniaanakindonesia.blogspot.com dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, kemkes, ada beberapa istilah penting yang perlu dipahami berkaitan dengan ilmu gizi, yaitu:


1. Gizi atau Nutrition adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digestif, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Secara etimologi, gizi berasal dari kata ghidza yang berarti makanan.

Baca juga: Kata Ucapan Selamat memperingati Hari Gizi dan Makanan

2. Zat Gizi atau Nutrients adalah ikatan kimia yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsi untuk menghasilkan energi, membangun, memelihara jaringan, dan mengatur proses kehidupan.


3. Bahan Makanan adalah makan dalam keadaan mentah atau belum mengalami proses pengolahan.


4. Pangan adalah istilah yang digunakan untuk bahan yang dapat dijadikan makanan dalam kondisi mentah atau matang.


5. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat gizi dan atau unsur kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh dan berguna jika dimasukkan ke dalam tubuh.


6. Status gizi adalah ekspresi dari keadaan seimbang dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari keadaan gizi dalam bentuk tertentu. Definisi lain status gizi yaitu keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi.


Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi


Ilmu gizi petama kali berkembang sejak zaman purba, akan tetapi terbatas pada makanan untuk mempertahankan kehidupan dan menyembuhkan penyakit. Pada zaman yunani, sekitar 400 tahun sebelum masehi, Hipocrates mengemukakan bahwa makanan adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia.


Antoine Lavioser (1743-1794) mempelajari tentang proses pernapasan, oksidasi, dan kalorimetri. Memasuki abad 19, seorang ahli kimia Prancis, Megendie, telah dapat membedakan zat gizi dalam bahan makanan, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat. Kemudian, awal abad 20 penelitian Lavoiser berkembang menjadi penelitian tentang sifat bahan makanan pokok dan pertukaran energi.

Baca juga: 10 Ucapan Selamat Hari Gizi Nasional Ke-63 Tahun 2023, Penuh Makna, Inspiratif dan Motivasi

Pada tahun 1926, Marry Swartz Rose dikukuhkan sebagai Profesor ilmu gizi pertama. Sejak saat itu ilmu gizi diakui sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri. Perkembangan ilmu gizi di Indonesia berlangsung seiring dengan Belanda mendirikan Laboratorium Kesehatan pada tahun 1888 di Jakarta. Tujuannya yaitu menanggulangi penyakit beri-beri di Indonesia dan Asia.


Sejak 1919 hingga 1938, Jansen dan Donath melakukan penelitian tentang Gondok di Wonosobo, kemudian didirikan Lembaga Eijkman. Kegiatan lembagatersebut berupa survei gizi di tahun 1927-1942 bertujuan mengamati pola makan, keadaan gizi, pertanian, dan perekonomian. Lembaga ini juga berhasil melakukan analisis zat gizi bahan makanan yang sekarang dikenal sebagai Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM).


Pada tahun 1934 didirikan Lembaga Makanan Rakyat yang diketuai oleh Prof. Poerwo Soedarmo atau dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia. Bapak Poerwo Soedarmo juga berhasil memperkenalkan promosi gizi yang baik dengan istilah “Empat Sehat Lima Sempurna”.


Penulis: Admin blogduniaanakindonesia.blogspot.com

Sumber: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/728/konsep-dasar-dan-sejarah-perkembangan-ilmu-gizi

Post a Comment for "Konsep Dasar dan Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi"